Postingan

Berita Terbaru

Bipeka PKS dan PD Aisyiyah Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Program Perempuan dan Keluarga

Gambar
  Bidang Perempuan & Keluarga (Bipeka) DPD PKS mewujudkan agenda silaturahim kepada Pimpinan Daerah (PD) Aisyiah Kabupaten Sidoarjo. Digelar pada hari Sabtu, 31 Januari. Ditemui oleh Ibu Muflihah sebagai Ketua PDA dan beberapa pengurus di Gedung Pimpinan Muhammadiyah kompleks pendidikan UMSIDA.  Sharing program keunggulan masing-masing menjadi agenda utama silaturahim. PD Aisyiah tengah fokus mengadakan pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak inklusi dengan mendirikan 3 Sekolah Luar Biasa (SLB). Dalam proses pembinaan tersebut terdapat kendala payung hukum berupa Perbup yang hingga saat ini belum diterbitkan untuk kesetaraan dan keadilan bagi kaum disabilitas.  Program lain yang juga pernah ditekuni oleh PDA yakni pembinaan komunitas ODHA dan anak jalanan. Namun resources yang terbatas menjadi kendala bagi keberlangsungan program tersebut. Sementara itu, Ketua Bipeka PKS mengenalkan program unggulan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dengan ragam bentuk kegiatan di dalamn...

Membangun Peradaban Melalui Pembinaan Umat

Gambar
Membangun Peradaban Melalui Pembinaan Umat Ustadz Fahrur Rozi _Ketua Bidang Pembinaan Umat DPD PKS Sidoarjo_ Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan moral zaman moderen, umat Islam membutuhkan pembinaan yang kokoh, pembinaan yang bukan hanya menyentuh sisi ritual, tetapi juga memperkuat akhlak, ukhuwah, dan kesadaran sosial. Pembinaan umat bukan sekadar program dakwah sesaat, tetapi merupakan proses berkelanjutan untuk menumbuhkan kualitas iman, ilmu, dan amal di tengah masyarakat. Allah Ta‘ala berfirman dalam Al-Qur’an: “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; kalian menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imron 3:110) Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan umat Islam terletak pada peran aktifnya dalam membina dan memperbaiki masyarakat, bukan sekadar pada identitas keislaman. Pembinaan umat berarti menghidupkan kembali peran amar ma’ruf nahi munkar dalam setiap aspek kehidupan keluarga, pen...

Peringati Hari Ayah di Rakernas 2025, PKS Luncurkan Gerakan Nasional Kumpul Keluarga

Gambar
  JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperingati Hari Ayah 2025 dengan meluncurkan Gerakan Nasional (Gernas) Kumpul Keluarga pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Rabu, (12/11/2025). "Ayah adalah penjaga keseimbangan emosional di rumah, sosok yang kuat namun lembut, yang dari kedalamannya anak belajar arti tanggung jawab, kesabaran, dan cinta," ujar Presiden PKS Almuzzammil Yusuf. Di momen Hari Ayah, PKS berusaha mengatasi fenomena fatherless yang banyak terjadi di Indonesia. Lebih dari itu, Gernas Kumpul Keluarga diharapkan dapat mengembalikan kehangatan keluarga. "Bisa piknik pakai tiker, jalan-jalan bersama, olahraga bersama, makan di restoran, di warung bakso, yang penting hubungan keluarga tambah akrab," ungkap Almuzzammil. Pada momen peresmian ini, Almuzzammil mendapatkan kejutan dengan kehadiran anak-anak dan cucu-cucunya yang naik ke panggung Rakernas PKS untuk mengucapkan selamat Hari Ayah. Istrinya, Nurul Hidayati yang baru ditetapkan seb...

Ketua Majelis Syura PKS: Politik Gagasan Menumbuhkan Pemimpin yang Dirindukan Rakyat

Gambar
  Jakarta — Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menutup rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS 2025 dengan arahan yang sarat makna bagi arah perjuangan politik ke depan.  Dalam pidatonya yang diberi judul “Ideologi, Politik Gagasan, dan Demokrasi Negarawan”, ia menekankan pentingnya politik berbasis ideologi dan gagasan sebagai fondasi untuk melahirkan kepemimpinan yang negarawan. Sohibul Iman menuturkan, inspirasi pemikiran tersebut muncul dari fenomena politik dunia, khususnya di Barat, di mana sejumlah politisi Muslim berhasil memenangkan pemilihan umum, baik sebagai anggota parlemen maupun kepala daerah.  Salah satu contoh yang menonjol adalah kemenangan Zohran Mamdani, politisi muda Muslim yang terpilih sebagai Wali Kota New York. “Kemenangan Zohran ini ditopang oleh politik gagasan,” ungkapnya. “Ia mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat New York, bahkan mampu mengalahkan kekuatan oligarki yang berusaha menghambatnya ...

PKS Nilai Gelar Pahlawan untuk Marsinah Harus Diikuti Reformasi Kesejahteraan Buruh

Gambar
  JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut baik penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi Marsinah, tokoh perjuangan dan perlawanan buruh oleh Pemerintah Indonesia pada momen peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025. Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS Muhammad Rusdi menilai penganugerahaan ini juga menjadi penghargaan bagi para aktivis buruh dan serikat buruh yang selama ini dipersepsikan negatif. "Gelar kepahlawanan bagi Marsinah adalah pengakuan dari negara kepada kaum buruh, bahwasanya buruh walaupun dianggap kelompok marginal namun juga telah berkontribusi besar bagi negara," ujar Rusdi saat ditemui di tengah kegiatan Rakernas PKS 2025, Selasa, (11/11/2025). Penganugerahan gelar ini, lanjut Rusdi, harus diteruskan dengan usaha peningkatan kesejahteraan buruh baik dari sisi perlindungan kerja dan perbaikan kualitas upah yang selama 10 tahun ke belakang mengalami penurunan signifikan....

PKS: Gus Dur Teladan Kepahlawanan dalam Keulamaan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan

Gambar
  JAKARTA — Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional, Ketua DPP PKS Bidang Pemberdayaan Keumatan dan Kerukunan Beragama KH. Ali Akhmadi menyampaikan penghormatan dan rasa syukur atas jasa para pahlawan bangsa, termasuk para tokoh yang baru dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia salah satunya Presiden keempat RI KH. Abdurahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gus Dur . “Kami dari keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera mengenang, menghormati, dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pahlawan nasional," ujar KH. Ali Akhmadi di sela kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS di Jakarta, Senin (10/11/2025). "Salah satunya adalah tokoh bangsa, tokoh ulama, tokoh masyarakat, sekaligus Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid,” imbuhnya. Ia menyebut, penetapan Gus Dur sebagai pahlawan nasional merupakan bentuk penghargaan yang layak dan patut disyukuri bersama oleh seluruh rakyat Indonesia.  “Kami sangat mendukung, menghorm...

SAATNYA WUJUDKAN KOMITMEN SEHAT BERSAMA

Gambar
SAATNYA WUJUDKAN KOMITMEN SEHAT BERSAMA dr Aufiya Naily Kabid Pendidikan dan Kesehatan DPD PKS Sidoarjo Kesehatan adalah harta yang sangat berharga. Karena kesehatan adalah pondasi dalam menjalani aktivitas sehari hari.  Menurut WHO, kesehatan adalah kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial.  Bagaimana caranya supaya kesehatan tetap terjaga? Ada beberapa tips sehat yg bisa kita lakukan antara lain:  1. Jaga pola makan antara lain dengan cara :   - Makan tidak berlebihan  Spt yg disebutkan dalam Al Qur'an surat Al-A'raf ayat 31: "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." Surat Al-A'raf ayat 31 ini mengingatkan kita untuk tidak berlebihan dalam makan dan minum, serta untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam hadits juga disebutkan: "Dari Ibnu Umar RA, Rasululla...

Fatherless Phenomenon

Gambar
Fatherless phenomenon #1 Imroatul Qoniah,S.Si, M.Si Ketua Divisi Kajian strategis Bidang Perempuan dan Keluarga Pasti sudah pada kenal istilah diataskan?. _Fenomena Fatherless_ dikaitkan dengan minusnya kehadiran ayah baik secara fisik, psikologis, atau emosional dalam pengasuhan anak. Ketidakhadiran tersebut dapat terjadi karena perceraian, kematian, pasif dalam pengasuhan, terlalu sibuk bekerja atau main _gadget_ , patriarki, dll. Kebanyakan persepsi saat ini, ayah berkewajiban hanya sebagai pencari nafkah sehingga absen dalam proses tumbuh kembang anak (Fajarrini dan Umam, 2023). Berdasarkan data UNICEF tahun 2021, Indonesia menempati urutan ke-3 di dunia sebagai fatherless country dan 20,9 % anak tumbuh tanpa peran aktif ayah. Ketidakhadiran ayah terutama di usia 0-5 tahun berkaitan dengan potensi depresi yang dialami anak. Menurut Journal of Affective Disorders, 2022 (Oct. 1: 314. 150-159), _fatherless brain_ atau hilangnya koneksi otak ke dunia luar alias depresi akan menjang...