Berita Terbaru

Bipeka PKS dan PD Aisyiyah Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Program Perempuan dan Keluarga

Gambar
  Bidang Perempuan & Keluarga (Bipeka) DPD PKS mewujudkan agenda silaturahim kepada Pimpinan Daerah (PD) Aisyiah Kabupaten Sidoarjo. Digelar pada hari Sabtu, 31 Januari. Ditemui oleh Ibu Muflihah sebagai Ketua PDA dan beberapa pengurus di Gedung Pimpinan Muhammadiyah kompleks pendidikan UMSIDA.  Sharing program keunggulan masing-masing menjadi agenda utama silaturahim. PD Aisyiah tengah fokus mengadakan pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak inklusi dengan mendirikan 3 Sekolah Luar Biasa (SLB). Dalam proses pembinaan tersebut terdapat kendala payung hukum berupa Perbup yang hingga saat ini belum diterbitkan untuk kesetaraan dan keadilan bagi kaum disabilitas.  Program lain yang juga pernah ditekuni oleh PDA yakni pembinaan komunitas ODHA dan anak jalanan. Namun resources yang terbatas menjadi kendala bagi keberlangsungan program tersebut. Sementara itu, Ketua Bipeka PKS mengenalkan program unggulan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dengan ragam bentuk kegiatan di dalamn...

Fatherless Phenomenon

Fatherless phenomenon #1

Imroatul Qoniah,S.Si, M.Si
Ketua Divisi Kajian strategis
Bidang Perempuan dan Keluarga


Pasti sudah pada kenal istilah diataskan?. _Fenomena Fatherless_ dikaitkan dengan minusnya kehadiran ayah baik secara fisik, psikologis, atau emosional dalam pengasuhan anak. Ketidakhadiran tersebut dapat terjadi karena perceraian, kematian, pasif dalam pengasuhan, terlalu sibuk bekerja atau main _gadget_ , patriarki, dll.

Kebanyakan persepsi saat ini, ayah berkewajiban hanya sebagai pencari nafkah sehingga absen dalam proses tumbuh kembang anak (Fajarrini dan Umam, 2023).

Berdasarkan data UNICEF tahun 2021, Indonesia menempati urutan ke-3 di dunia sebagai fatherless country dan 20,9 % anak tumbuh tanpa peran aktif ayah.

Ketidakhadiran ayah terutama di usia 0-5 tahun berkaitan dengan potensi depresi yang dialami anak. Menurut Journal of Affective Disorders, 2022 (Oct. 1: 314. 150-159), _fatherless brain_ atau hilangnya koneksi otak ke dunia luar alias depresi akan menjangkiti anak yang fatherless 3,2 kali lebih tinggi hingga ia dewasa. Di jurnal ini juga menyampaikan bahwa kehadiran ayah akan membantu anak menyayangi orang lain (epigenetik). Sedangkan kehadiran ibu membantu  anak menyayangi diri sendiri (genetik) dan memiliki _value_ diri.

Cinta ayah membentuk tanggung jawab, kemandirian, disiplin, dan integritas. Tanpa cintanya, anak akan susah mengambil keputusan, kurang berani, dan tidak tegas terutama bagi anak laki-laki. Sosok ayah menjadi hal yang menakutkan dan enggan ia dekati.

Dalam POV anak perempuan, ayah adalah cinta dan perlakuan. Tanpa hadirnya ayah, anak akan takut dalam memilih pasangan hidup nantinya karena trauma dengan sikap ayahnya. Ia dewasa dengan luka.

Darurat fatherless ini semakin menjadi-jadi karena kebanyakan yang mengikuti kajian parenting adalah mayoritas ibu-ibu. Sehingga ayah makin tidak menyadari perannya.

Luka pengasuhan akibat fatherless itu nyata!

#BipekaSidoarjo
#SelamatHariAyah

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW