Berita Terbaru

Hari Bumi di Sidoarjo: Antara Lumpur, Limbah, dan Pilihan yang Kita Ambil

Gambar
Hari Bumi kembali hadir, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia sering dirayakan dengan narasi penuh harapan. Namun bagi Sidoarjo, Hari Bumi seharusnya tidak berhenti pada simbol. Ia mesti menjadi cermin yang jujur: sejauh mana kita benar-benar belajar dari pengalaman, dan sejauh mana kita masih sekadar beradaptasi dengan masalah. Sidoarjo bukan wilayah yang asing dengan isu lingkungan. Kita pernah menjadi sorotan dunia karena tragedi lumpur panas, sekaligus tumbuh sebagai kawasan industri dan permukiman yang dinamis. Pertumbuhan ini membawa konsekuensi nyata: persoalan sampah rumah tangga, tekanan terhadap sungai, penurunan kualitas udara, hingga banjir musiman yang terus berulang. Di tengah situasi ini, kita sering menggantungkan harapan pada solusi besar. Padahal, krisis lingkungan tidak hanya lahir dari sistem yang besar, tetapi juga dari kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari. Sampah yang menyumbat saluran dan limbah yang mencemari lingkungan sering kali berawal dari rumah ki...

PKS: Gus Dur Teladan Kepahlawanan dalam Keulamaan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan

 

JAKARTA — Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional, Ketua DPP PKS Bidang Pemberdayaan Keumatan dan Kerukunan Beragama KH. Ali Akhmadi menyampaikan penghormatan dan rasa syukur atas jasa para pahlawan bangsa, termasuk para tokoh yang baru dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia salah satunya Presiden keempat RI KH. Abdurahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gus Dur .

“Kami dari keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera mengenang, menghormati, dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pahlawan nasional," ujar KH. Ali Akhmadi di sela kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS di Jakarta, Senin (10/11/2025).

"Salah satunya adalah tokoh bangsa, tokoh ulama, tokoh masyarakat, sekaligus Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid,” imbuhnya.

Ia menyebut, penetapan Gus Dur sebagai pahlawan nasional merupakan bentuk penghargaan yang layak dan patut disyukuri bersama oleh seluruh rakyat Indonesia. 

“Kami sangat mendukung, menghormati, bangga, dan bersyukur bahwa tokoh bangsa, tokoh pesantren, dan tokoh umat yang notabene adalah seorang ulama bisa menjadi pahlawan nasional. Ini adalah anugerah dari Allah, sekaligus kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, KH. Ali Akhmadi menilai, banyak keteladanan yang dapat dipetik dari sosok Gus Dur, baik dari sisi keulamaan, kebangsaan, kerakyatan, maupun pembelaannya terhadap kemanusiaan. 

“Khususnya, perjuangan beliau dalam menegakkan demokrasi dan membela kelompok minoritas adalah warisan moral yang sangat berharga bagi bangsa ini,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, KH. Ali Akhmadi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas penghargaan yang diberikan, serta berharap nilai-nilai kepahlawanan dapat terus hidup dalam kehidupan berbangsa.

 “Mudah-mudahan kita semua bisa meniru dan mencontoh semangat serta kepahlawanan beliau,” pungkasnya.

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung