Berita Terbaru

Bipeka PKS dan PD Aisyiyah Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Program Perempuan dan Keluarga

Gambar
  Bidang Perempuan & Keluarga (Bipeka) DPD PKS mewujudkan agenda silaturahim kepada Pimpinan Daerah (PD) Aisyiah Kabupaten Sidoarjo. Digelar pada hari Sabtu, 31 Januari. Ditemui oleh Ibu Muflihah sebagai Ketua PDA dan beberapa pengurus di Gedung Pimpinan Muhammadiyah kompleks pendidikan UMSIDA.  Sharing program keunggulan masing-masing menjadi agenda utama silaturahim. PD Aisyiah tengah fokus mengadakan pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak inklusi dengan mendirikan 3 Sekolah Luar Biasa (SLB). Dalam proses pembinaan tersebut terdapat kendala payung hukum berupa Perbup yang hingga saat ini belum diterbitkan untuk kesetaraan dan keadilan bagi kaum disabilitas.  Program lain yang juga pernah ditekuni oleh PDA yakni pembinaan komunitas ODHA dan anak jalanan. Namun resources yang terbatas menjadi kendala bagi keberlangsungan program tersebut. Sementara itu, Ketua Bipeka PKS mengenalkan program unggulan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dengan ragam bentuk kegiatan di dalamn...

Duka Sumatera-Aceh, Semua Anggota Fraksi PKS Jatim Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana

Musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengundang kepedihan mendalam dari berbagai pihak. Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, langsung menginstruksikan seluruh jajaran PKS, mulai dari pengurus, anggota DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota, hingga kepala daerah yang diusung PKS, untuk turun tangan membantu para korban, termasuk melalui pemotongan gaji sebagai bentuk solidaritas.

Menanggapi instruksi tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menyatakan bahwa dirinya dan seluruh anggota fraksi menyambut seruan itu dengan penuh keikhlasan. Bagi Lilik, instruksi tersebut bukan sekadar kebijakan organisasi, tetapi panggilan kemanusiaan.

“Begitu mendengar seruan dari Presiden PKS agar seluruh anggota DPRD melakukan pemotongan gaji untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh, hati saya langsung tergetar. Ini bukan sekadar instruksi organisasi, ini panggilan kemanusiaan,” ujarnya.

Lilik menegaskan bahwa pemotongan gaji bukanlah sebuah pengorbanan besar bagi dirinya dan anggota fraksi. Sebaliknya, ia memandang langkah tersebut sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral.

“Apa pun yang bisa kami sisihkan, sekecil apa pun, biarlah itu menjadi penguat bagi mereka. Bagi kami, memotong gaji bukan pengorbanan, tapi amanah kemanusiaan,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa budaya pemotongan gaji untuk merespons bencana sudah lama menjadi tradisi solidaritas di tubuh PKS, sehingga langkah ini diterima dengan hati lapang oleh seluruh kader.

Menurutnya, PKS ingin menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak hanya hadir di saat nyaman, tetapi terutama ketika rakyat sedang terluka.

“Semoga langkah kecil ini dapat meringankan duka mereka, dan semoga Allah membalas kebaikan semua pihak yang turut membantu. Indonesia hanya akan kuat jika kita saling menguatkan,” tutup Lilik.{}

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW