Berita Terbaru

Hari Bumi di Sidoarjo: Antara Lumpur, Limbah, dan Pilihan yang Kita Ambil

Gambar
Hari Bumi kembali hadir, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia sering dirayakan dengan narasi penuh harapan. Namun bagi Sidoarjo, Hari Bumi seharusnya tidak berhenti pada simbol. Ia mesti menjadi cermin yang jujur: sejauh mana kita benar-benar belajar dari pengalaman, dan sejauh mana kita masih sekadar beradaptasi dengan masalah. Sidoarjo bukan wilayah yang asing dengan isu lingkungan. Kita pernah menjadi sorotan dunia karena tragedi lumpur panas, sekaligus tumbuh sebagai kawasan industri dan permukiman yang dinamis. Pertumbuhan ini membawa konsekuensi nyata: persoalan sampah rumah tangga, tekanan terhadap sungai, penurunan kualitas udara, hingga banjir musiman yang terus berulang. Di tengah situasi ini, kita sering menggantungkan harapan pada solusi besar. Padahal, krisis lingkungan tidak hanya lahir dari sistem yang besar, tetapi juga dari kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari. Sampah yang menyumbat saluran dan limbah yang mencemari lingkungan sering kali berawal dari rumah ki...

Duka Sumatera-Aceh, Semua Anggota Fraksi PKS Jatim Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana

Musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengundang kepedihan mendalam dari berbagai pihak. Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, langsung menginstruksikan seluruh jajaran PKS, mulai dari pengurus, anggota DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota, hingga kepala daerah yang diusung PKS, untuk turun tangan membantu para korban, termasuk melalui pemotongan gaji sebagai bentuk solidaritas.

Menanggapi instruksi tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menyatakan bahwa dirinya dan seluruh anggota fraksi menyambut seruan itu dengan penuh keikhlasan. Bagi Lilik, instruksi tersebut bukan sekadar kebijakan organisasi, tetapi panggilan kemanusiaan.

“Begitu mendengar seruan dari Presiden PKS agar seluruh anggota DPRD melakukan pemotongan gaji untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh, hati saya langsung tergetar. Ini bukan sekadar instruksi organisasi, ini panggilan kemanusiaan,” ujarnya.

Lilik menegaskan bahwa pemotongan gaji bukanlah sebuah pengorbanan besar bagi dirinya dan anggota fraksi. Sebaliknya, ia memandang langkah tersebut sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral.

“Apa pun yang bisa kami sisihkan, sekecil apa pun, biarlah itu menjadi penguat bagi mereka. Bagi kami, memotong gaji bukan pengorbanan, tapi amanah kemanusiaan,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa budaya pemotongan gaji untuk merespons bencana sudah lama menjadi tradisi solidaritas di tubuh PKS, sehingga langkah ini diterima dengan hati lapang oleh seluruh kader.

Menurutnya, PKS ingin menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak hanya hadir di saat nyaman, tetapi terutama ketika rakyat sedang terluka.

“Semoga langkah kecil ini dapat meringankan duka mereka, dan semoga Allah membalas kebaikan semua pihak yang turut membantu. Indonesia hanya akan kuat jika kita saling menguatkan,” tutup Lilik.{}

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung