Berita Terbaru

Hari Bumi di Sidoarjo: Antara Lumpur, Limbah, dan Pilihan yang Kita Ambil

Gambar
Hari Bumi kembali hadir, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia sering dirayakan dengan narasi penuh harapan. Namun bagi Sidoarjo, Hari Bumi seharusnya tidak berhenti pada simbol. Ia mesti menjadi cermin yang jujur: sejauh mana kita benar-benar belajar dari pengalaman, dan sejauh mana kita masih sekadar beradaptasi dengan masalah. Sidoarjo bukan wilayah yang asing dengan isu lingkungan. Kita pernah menjadi sorotan dunia karena tragedi lumpur panas, sekaligus tumbuh sebagai kawasan industri dan permukiman yang dinamis. Pertumbuhan ini membawa konsekuensi nyata: persoalan sampah rumah tangga, tekanan terhadap sungai, penurunan kualitas udara, hingga banjir musiman yang terus berulang. Di tengah situasi ini, kita sering menggantungkan harapan pada solusi besar. Padahal, krisis lingkungan tidak hanya lahir dari sistem yang besar, tetapi juga dari kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari. Sampah yang menyumbat saluran dan limbah yang mencemari lingkungan sering kali berawal dari rumah ki...

Listrik Padam Total, Pasien Membludak, Relawan PKS Berjuang dalam Gelap Selamatkan Warga Bireuen hingga Dini Hari

BIREUEN — Malam itu bukan sekadar gelap. Kota Bireuen berubah menjadi hamparan hitam pekat tanpa setitik cahaya setelah listrik padam total. Hujan turun deras, dan setiap langkah relawan hanya dibimbing oleh suara warga yang mencari pertolongan.

Relawan PKS yang tiba sejak sore hari Sabtu (6/12/2025) tak memiliki waktu untuk beristirahat. Bersama Tim Posko Tanggap Bencana PKS Aceh dan Relawan Medis PKS Jogja, mereka bergerak menembus gelap menuju posko pengungsian di Gampong Pesangan. Tanpa lampu, tanpa fasilitas layak hanya senter dan tekad yang menerangi tempat itu.

Di tengah kondisi yang serba terbatas, jumlah pasien justru membludak. Lebih dari 100 warga datang satu per satu membawa luka, keluhan, dan kecemasan akibat bencana. Dengan penerangan seadanya serta tubuh basah akibat hujan, relawan medis bekerja tanpa henti hingga pukul 02.00 dini hari, memastikan tak satu pun warga terabaikan.

Di saat malam seharusnya menjadi waktu istirahat, mereka memilih berjaga. Ketika kegelapan menelan kota, mereka menghadirkan cahaya bukan dari listrik, tetapi dari kepedulian dan keberanian.

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung