Berita Terbaru

Hari Bumi di Sidoarjo: Antara Lumpur, Limbah, dan Pilihan yang Kita Ambil

Gambar
Hari Bumi kembali hadir, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia sering dirayakan dengan narasi penuh harapan. Namun bagi Sidoarjo, Hari Bumi seharusnya tidak berhenti pada simbol. Ia mesti menjadi cermin yang jujur: sejauh mana kita benar-benar belajar dari pengalaman, dan sejauh mana kita masih sekadar beradaptasi dengan masalah. Sidoarjo bukan wilayah yang asing dengan isu lingkungan. Kita pernah menjadi sorotan dunia karena tragedi lumpur panas, sekaligus tumbuh sebagai kawasan industri dan permukiman yang dinamis. Pertumbuhan ini membawa konsekuensi nyata: persoalan sampah rumah tangga, tekanan terhadap sungai, penurunan kualitas udara, hingga banjir musiman yang terus berulang. Di tengah situasi ini, kita sering menggantungkan harapan pada solusi besar. Padahal, krisis lingkungan tidak hanya lahir dari sistem yang besar, tetapi juga dari kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari. Sampah yang menyumbat saluran dan limbah yang mencemari lingkungan sering kali berawal dari rumah ki...

PKS: Kaderisasi Kunci Integritas Partai, Kader Muda Harus Proaktif!

 

JAKARTA - Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa, Aang Kunaifi, menekankan pentingnya pelaksanaan kaderisasi dalam mewujudkan integritas partai politik. Penegasan ini disampaikan setelah mengikuti Workshop tentang Integritas Partai Politik yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI, beberapa waktu lalu.

"Kaderisasi itu merupakan bagian dari pendidikan politik. Hal ini sangat penting dan berpengaruh dalam meningkatkan integritas partai," kata Aang.

Aang menjelaskan bahwa integritas partai akan terwujud jika kader yang diusung, baik sebagai pejabat publik maupun pejabat di internal partai, adalah mereka yang telah mengikuti proses kaderisasi dengan kualifikasi yang sangat baik.

"Alhamdulillah, sejauh ini PKS telah menjalankan proses kaderisasi secara berjenjang, disiplin, sungguh-sungguh, dan berkesinambungan. Tentu saja belum sempurna, namun PKS akan terus melakukan perbaikan," imbuhnya.

Aang mengakui bahwa proses kaderisasi yang berjenjang memang membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mencapai kualifikasi yang sangat baik. Hal ini mungkin membuat sebagian kader menjadi tidak sabar dalam menjalaninya, termasuk dari kalangan muda.

Namun, Aang menekankan bahwa peluang tetap terbuka lebar bagi kader muda yang konsisten mengikuti proses kaderisasi. "Faktor utama untuk menjadi kader dengan kualifikasi sangat baik bukanlah waktu, melainkan kesungguhan dan konsistensi," tegasnya.

Dalam pesannya kepada kader muda PKS, Aang mengingatkan agar tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan utama. "Kader muda PKS tidak boleh memandang jabatan sebagai tujuan, jabatan harus dilihat sebagai peluang dan kesempatan untuk melipatgandakan kontribusi."

Aang juga menekankan pentingnya kontribusi kader muda partai, terlepas dari ada atau tidak adanya jabatan. "Kader muda PKS harus terus berkontribusi, baik dengan maupun tanpa jabatan. Berkontribusi itu merupakan sifat seorang pemimpin, kepemimpinan itu sendiri seharusnya tidak ditentukan oleh jabatan yang dipegang"

Terakhir, Aang mengajak kader muda PKS untuk menjadikan proses kaderisasi sebagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. "Kader muda PKS harus menjadikan proses kaderisasi sebagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri."

Pernyataan Aang Kunaifi, yang merupakan Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa ini, menggarisbawahi komitmen PKS terhadap kaderisasi sebagai fondasi utama dalam membangun integritas partai. Hal ini juga memberikan motivasi bagi kader muda untuk proaktif mengembangkan diri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung