Berita Terbaru

Hari Bumi di Sidoarjo: Antara Lumpur, Limbah, dan Pilihan yang Kita Ambil

Gambar
Hari Bumi kembali hadir, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia sering dirayakan dengan narasi penuh harapan. Namun bagi Sidoarjo, Hari Bumi seharusnya tidak berhenti pada simbol. Ia mesti menjadi cermin yang jujur: sejauh mana kita benar-benar belajar dari pengalaman, dan sejauh mana kita masih sekadar beradaptasi dengan masalah. Sidoarjo bukan wilayah yang asing dengan isu lingkungan. Kita pernah menjadi sorotan dunia karena tragedi lumpur panas, sekaligus tumbuh sebagai kawasan industri dan permukiman yang dinamis. Pertumbuhan ini membawa konsekuensi nyata: persoalan sampah rumah tangga, tekanan terhadap sungai, penurunan kualitas udara, hingga banjir musiman yang terus berulang. Di tengah situasi ini, kita sering menggantungkan harapan pada solusi besar. Padahal, krisis lingkungan tidak hanya lahir dari sistem yang besar, tetapi juga dari kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari. Sampah yang menyumbat saluran dan limbah yang mencemari lingkungan sering kali berawal dari rumah ki...

KADER PKS HARUS PUNYA MINDSET KAYA


DPD PKS Sidoarjo kembali menggelar kegiatan inspiratif bertajuk Kamis (Kajian Anti Miskin) yang diikuti puluhan pengusaha UMKM dan kader partai, Kamis (18/10) di Ballroom DPD PKS Sidoarjo. Acara berlangsung meriah, penuh semangat, dan diselingi canda tawa para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, Ustadz Suhadi Fadjaray dan Tririan Arianto, yang juga menjabat sebagai Kabid Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif DPD PKS Sidoarjo.

Dalam paparannya, Ustadz Suhadi menekankan pentingnya perubahan pola pikir di kalangan kader PKS agar tidak terjebak pada mentalitas miskin. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan bukanlah sesuatu yang tabu bagi kader partai dakwah.

“Kader PKS itu harus sejahtera. Kaya itu bukan takdir, tapi hasil dari ikhtiar. Kita harus ubah mindset, bahwa menjadi kaya berarti punya lebih banyak kesempatan untuk berbuat baik,” ujar Ustadz Suhadi di hadapan peserta seminar.

Ia menambahkan, dengan ekonomi yang kuat, kader dapat lebih leluasa membantu masyarakat dan memperkuat peran sosial partai di tengah umat.

Sesi berikutnya diisi oleh Tririan Arianto yang membawakan pelatihan teknis tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung bisnis dan promosi UMKM. Tririan menjelaskan bahwa AI kini menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan usaha, membuat konten pemasaran yang menarik, hingga meningkatkan penjualan secara digital.

“AI bukan ancaman, tapi peluang. Dengan AI, pelaku UMKM bisa beriklan lebih cerdas, efisien, dan tepat sasaran,” jelasnya.

Suasana semakin hangat ketika peserta saling berinteraksi, bahkan sempat bercanda sambil saling pijat ringan sambil berkata, “Harus kaya!” yang sontak memecah tawa ruangan.

Acara ini menjadi bukti nyata komitmen PKS dalam mendorong kemandirian ekonomi dan pemberdayaan kader di bidang usaha. Melalui kegiatan seperti ini, PKS Sidoarjo berharap lahir kader-kader yang tidak hanya aktif berdakwah, tetapi juga tangguh secara ekonomi, kreatif, dan mampu menjadi pelopor kesejahteraan di masyarakat. Hd

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung