Berita Terbaru

Hari Bumi di Sidoarjo: Antara Lumpur, Limbah, dan Pilihan yang Kita Ambil

Gambar
Hari Bumi kembali hadir, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia sering dirayakan dengan narasi penuh harapan. Namun bagi Sidoarjo, Hari Bumi seharusnya tidak berhenti pada simbol. Ia mesti menjadi cermin yang jujur: sejauh mana kita benar-benar belajar dari pengalaman, dan sejauh mana kita masih sekadar beradaptasi dengan masalah. Sidoarjo bukan wilayah yang asing dengan isu lingkungan. Kita pernah menjadi sorotan dunia karena tragedi lumpur panas, sekaligus tumbuh sebagai kawasan industri dan permukiman yang dinamis. Pertumbuhan ini membawa konsekuensi nyata: persoalan sampah rumah tangga, tekanan terhadap sungai, penurunan kualitas udara, hingga banjir musiman yang terus berulang. Di tengah situasi ini, kita sering menggantungkan harapan pada solusi besar. Padahal, krisis lingkungan tidak hanya lahir dari sistem yang besar, tetapi juga dari kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari. Sampah yang menyumbat saluran dan limbah yang mencemari lingkungan sering kali berawal dari rumah ki...

PKS: Utang Proyek Kereta Cepat Harus Diselesaikan Tanpa Bebani APBN

keseluruhan proyek kereta cepat belum menunjukkan multiplier effect ekonomi yang sebanding dengan besarnya biaya dan beban utang yang ditanggung. 

“Dampak ekonomi jangka panjang masih belum terlihat signifikan. Butuh waktu lama agar proyek ini benar-benar memberikan manfaat nyata, terutama jika tidak diikuti dengan pengembangan wilayah dan optimalisasi pendapatan,” imbuhnya.

Ke depan, Handi mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada proyek-proyek ambisius dan berbiaya besar yang berisiko tinggi bagi keuangan negara. Ia menekankan pentingnya membuat skala prioritas pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan rakyat banyak dan penguatan fundamental ekonomi nasional.

“Pemerintah sebaiknya fokus memperkuat pembangunan sumber daya manusia, meningkatkan kualitas pendidikan dari dasar hingga perguruan tinggi, serta memperbaiki layanan kesehatan yang masih rendah,” ungkapnya.

Selain itu, Handi mendorong agar pemerintah melakukan renegosiasi ulang terhadap utang dan bunga pinjaman yang berpotensi membebani generasi mendatang. 

“Kita tidak boleh terjebak pada perpanjangan konsesi yang terlalu panjang dan merugikan Indonesia. Bunga utang yang tinggi bisa menjadi beban APBN setiap tahun dan akhirnya menjadi jebakan utang bagi masa depan bangsa,” tutupnya.

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung