Berita Terbaru

Hari Bumi di Sidoarjo: Antara Lumpur, Limbah, dan Pilihan yang Kita Ambil

Gambar
Hari Bumi kembali hadir, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia sering dirayakan dengan narasi penuh harapan. Namun bagi Sidoarjo, Hari Bumi seharusnya tidak berhenti pada simbol. Ia mesti menjadi cermin yang jujur: sejauh mana kita benar-benar belajar dari pengalaman, dan sejauh mana kita masih sekadar beradaptasi dengan masalah. Sidoarjo bukan wilayah yang asing dengan isu lingkungan. Kita pernah menjadi sorotan dunia karena tragedi lumpur panas, sekaligus tumbuh sebagai kawasan industri dan permukiman yang dinamis. Pertumbuhan ini membawa konsekuensi nyata: persoalan sampah rumah tangga, tekanan terhadap sungai, penurunan kualitas udara, hingga banjir musiman yang terus berulang. Di tengah situasi ini, kita sering menggantungkan harapan pada solusi besar. Padahal, krisis lingkungan tidak hanya lahir dari sistem yang besar, tetapi juga dari kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari. Sampah yang menyumbat saluran dan limbah yang mencemari lingkungan sering kali berawal dari rumah ki...

PKS Terima Audiensi Korban PT Dana Syariah Indonesia, Siap Kawal Hingga OJK

 

JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima audiensi puluhan korban investasi PT. Dana Syariah Indonesia di Aula Kantor DPTP PKS, Kamis, (23/10/2025). Ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen PKS dalam mengawal aspirasi masyarakat yang terdampak kasus investasi bermasalah tersebut.

Dalam kesempatan ini, keluh kesah para korban diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Muhammad Kholid, Ketua DPP PKS Bidang Advokasi Partai Nurul Amalia, Sekretaris Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Azis Budi Setiawan, Kapoksi Komisi XI DPR RI Amin Ak, dan Anggota Komisi XI Anis Byarwati.

Diketahui, korban merupakan para lender yang mengalami dana macet dan mencapai kebuntuan untuk menghubungi manajemen PT DSI. Laporan yang disampaikan ke regulator OJK pun tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Sekjen PKS Muhammad Kholid menyampaikan bahwa PKS siap membantu mengawal permasalahan ini dan terus berjuang menegakkan keadilan.

"Aspirasi dan pesan Bapak Ibu semua sudah kami tangkap. Nanti DPP akan meminta kepada Fraksi PKS untuk menjembatani Bapak Ibu semua bertemu dengan OJK," ujar Kholid setelah mendengarkan paparan permasalahan.

Kapoksi Komisi XI Amin Ak akan segera menindaklanjuti informasi yang didapat dan menjembatani pertemuan para lender dengan regulator dan perusahaan demi mendapatkan kejelasan tentang uang mereka dan transparansi situasi yang terjadi. 

"Fraksi PKS di Komisi XI akan menindaklanjuti secepatnya dan mempertemukan Bapak Ibu semua dengan OJK dan manajemen PT DSI," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP PKS Bidang Advokasi Partai Nurul Amalia menyarankan agar para korban menempuh jalur mitigasi dan mendorong OJK menggunakan kewenangannya sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. 

“Belajar dari kasus serupa seperti Investree, langkah paling efektif adalah menekan regulator agar menggunakan kewenangannya secara maksimal," ungkap Nurul.

Dalam aturan tersebut, OJK memiliki wewenang untuk mencabut izin lembaga keuangan, membentuk tim likuidasi, menelusuri aset, hingga memblokir rekening pihak yang terindikasi terlibat. 

"Jalur audiensi melalui Fraksi PKS sudah tepat, dan kami akan terus mendorong agar OJK segera bertindak dan menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya. (MF)

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung