Berita Terbaru

Bipeka PKS dan PD Aisyiyah Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Program Perempuan dan Keluarga

Gambar
  Bidang Perempuan & Keluarga (Bipeka) DPD PKS mewujudkan agenda silaturahim kepada Pimpinan Daerah (PD) Aisyiah Kabupaten Sidoarjo. Digelar pada hari Sabtu, 31 Januari. Ditemui oleh Ibu Muflihah sebagai Ketua PDA dan beberapa pengurus di Gedung Pimpinan Muhammadiyah kompleks pendidikan UMSIDA.  Sharing program keunggulan masing-masing menjadi agenda utama silaturahim. PD Aisyiah tengah fokus mengadakan pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak inklusi dengan mendirikan 3 Sekolah Luar Biasa (SLB). Dalam proses pembinaan tersebut terdapat kendala payung hukum berupa Perbup yang hingga saat ini belum diterbitkan untuk kesetaraan dan keadilan bagi kaum disabilitas.  Program lain yang juga pernah ditekuni oleh PDA yakni pembinaan komunitas ODHA dan anak jalanan. Namun resources yang terbatas menjadi kendala bagi keberlangsungan program tersebut. Sementara itu, Ketua Bipeka PKS mengenalkan program unggulan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dengan ragam bentuk kegiatan di dalamn...

Sesalkan Tayangan yang Lecehkan Dunia Pesantren, PKS: Di Pesantren Ada Doa dan Keikhlasan Ulama

 

Jakarta— Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Keumatan dan Kerukunan Beragama, KH. Ali Akhmadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tayangan di salah satu program Trans7 yang dinilai melecehkan dunia pesantren.

“Pesantren di Indonesia jumlahnya sangat banyak dan memiliki peran besar dalam membangun bangsa. Dunia pesantren memiliki dunianya sendiri, memiliki ciri khas yang dibangun oleh orang-orang mulia, para ulama, mereka yang tulus mengajarkan ilmu agama dengan penuh keikhlasan,” tegas KH. Ali Akhmadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, siapa pun yang ingin berkomentar tentang dunia pesantren seharusnya memahami terlebih dahulu tentang kehidupan di pesantren, perjuangan para santri dan doa para kiai, serta nilai-nilai keikhlasan yang menjadi ruh pendidikan di dalamnya.

“Kalau orang luar yang tidak tahu seperti apa dunia pesantren, jerih payahnya, dan keikhlasannya, lalu berkomentar seenaknya, maka hal itu akan melukai dunia pesantren itu sendiri,” ujarnya.

KH. Ali Akhmadi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Hayah Hayatuna dan alumni Pondok Pesantren Raudhlatul Ulum itu menyayangkan pihak Trans7 yang menayangkan konten yang tidak menghormati lembaga pendidikan Islam tradisional tersebut.

“Kami sangat menyayangkan tayangan tersebut. Kami meminta Trans7 untuk menertibkan dirinya dan menunjukkan tindakan nyata dalam menyikapi hal ini. Demikian juga kami mendorong KPI agar segera mengambil langkah tegas terhadap tayangan tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap pihak sebaiknya berhati-hati dalam berkomentar atau membuat konten mengenai hal-hal yang belum dipahami secara mendalam, terutama tentang pesantren yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berakhlak dan cinta tanah air.

“Lebih baik tidak berkomentar tentang hal yang tidak kita ketahui. Hormatilah dunia pesantren, karena dari sanalah lahir para ulama, pendidik, dan pejuang bangsa,” tutupnya. (AJP)

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW