Berita Terbaru

Hari Bumi di Sidoarjo: Antara Lumpur, Limbah, dan Pilihan yang Kita Ambil

Gambar
Hari Bumi kembali hadir, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia sering dirayakan dengan narasi penuh harapan. Namun bagi Sidoarjo, Hari Bumi seharusnya tidak berhenti pada simbol. Ia mesti menjadi cermin yang jujur: sejauh mana kita benar-benar belajar dari pengalaman, dan sejauh mana kita masih sekadar beradaptasi dengan masalah. Sidoarjo bukan wilayah yang asing dengan isu lingkungan. Kita pernah menjadi sorotan dunia karena tragedi lumpur panas, sekaligus tumbuh sebagai kawasan industri dan permukiman yang dinamis. Pertumbuhan ini membawa konsekuensi nyata: persoalan sampah rumah tangga, tekanan terhadap sungai, penurunan kualitas udara, hingga banjir musiman yang terus berulang. Di tengah situasi ini, kita sering menggantungkan harapan pada solusi besar. Padahal, krisis lingkungan tidak hanya lahir dari sistem yang besar, tetapi juga dari kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari. Sampah yang menyumbat saluran dan limbah yang mencemari lingkungan sering kali berawal dari rumah ki...

PKS Soroti Aksi Gen Z di Dunia, Minta Pemerintah Indonesia Proaktif

 

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti gelombang aksi demonstrasi yang dilakukan generasi Z (Gen Z) di berbagai negara, mulai dari Nepal, Maroko, Filipina, Madagaskar, hingga Timor Leste. PKS menilai fenomena ini sebagai sinyal penting yang perlu diperhatikan para pemimpin dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa, Aang Kunaifi, menyatakan bahwa isu-isu yang disuarakan Gen Z di berbagai negara memiliki benang merah yang sama. Di antaranya adalah keresahan terhadap kesenjangan sosial dan ekonomi, kekecewaan terhadap praktik korupsi, serta kecemasan akan ketidakpastian masa depan.

“Gen Z merasakan ketidakadilan dalam distribusi kekayaan dan kesempatan. Mereka menuntut adanya keadilan sosial dan ekonomi yang lebih merata,” ujar Aang dalam keterangan persnya, Selasa, (14/10/2025).

Aang menambahkan, PKS melihat aksi demonstrasi Gen Z sebagai fenomena global yang merupakan bentuk ekspresi kekecewaan terhadap situasi yang ada dan ketidakpercayaan terhadap sistem yang berlaku. Muncul pertanyaan, apakah fenomena serupa berpotensi terjadi di Indonesia?

“Tentu kita berharap hal tersebut tidak terjadi,” jawab Aang. 

Untuk itu, Aang mendorong pemerintah Indonesia agar lebih proaktif dalam merespons aspirasi generasi muda. Menurutnya, pemerintah perlu membuka ruang dialog yang inklusif dan partisipatif guna mendengarkan serta memahami aspirasi Gen Z.

Selain itu, Aang juga menekankan perlunya pemerintah untuk mengatasi akar masalah yang menjadi penyebab utama keresahan Gen Z, seperti kesenjangan sosial, praktik korupsi, dan masalah lapangan kerja.

“Pemerintah harus fokus pada upaya mengatasi akar masalah yang menjadi penyebab utama keresahan Gen Z, seperti kesenjangan sosial, korupsi, dan lapangan kerja,” tegas Aang.

Lebih lanjut, Aang menyampaikan bahwa pemerintah perlu merumuskan dan menerapkan kebijakan yang berpihak pada Gen Z. Kebijakan tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan, penciptaan lapangan kerja yang layak, serta pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan dengan Gen Z melalui tindakan nyata yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

PKS meyakini, respons konstruktif pemerintah terhadap aspirasi Gen Z akan berkontribusi pada pembangunan masa depan Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera.

Berita Populer

Gerakan Kepanduan Indonesia : Dari Scouting Movement hingga Kepanduan PKS

Pengamanan Dalam Sejarah Islam,Strategi Bela Negara Ala Rasulullah SAW

PKS Sidoarjo Dorong Program Gizi Nasional: Lukman Hadi Pantau Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Krembung